Penerapan Arsitektur Healing Therapeutik pada Perancangan Pet Center di Kota Makassar
DOI:
https://doi.org/10.24252/timpalaja.v7i1a9Kata Kunci:
fasilitas, hewan peliharaan, karakteristikAbstrak
Pet Center di kota Makassar menjadi tempat interaksi antara hewan peliharaan dan pemiliknya. Memelihara hewan peliharaan adalah kegiatan yang sangat populer di antara masyarakat, komunitas pecinta hewan dan individu pemilik hewan bermunculan dan berkumpul untuk berbagi minat terhadap hewan peliharaannya. Namun, belum ada tempat yang menyediakan fasilitas untuk para pecinta hewan membawa hewan peliharaan mereka untuk berjalan-jalan atau berkumpul. Oleh karena itu, dibutuhkan tempat khusus yang ramah terhadap hewan dan manusia, yang disebut sebagai tempat yang pet-friendly dan human-friendly. Tujuan dari perancangan Pet Center di Makassar adalah untuk menyediakan fasilitas dan ruang yang sesuai dengan kebutuhan yang mendukung interaksi antara manusia dan hewan. Metode desain yang digunakan untuk perancangan Pet Center ini adalah dengan menganalisis karakteristik hewan, yang kemudian diterapkan dalam konsep "attractive". Konsep ini menggabungkan berbagai karakter atau perilaku hewan, seperti perilaku hewan peliharaan yang menyenangkan dan terkadang aneh, keingintahuannya yang tinggi, kepribadiannya yang bersahabat, aktif dan suka bermain. Dari konsep ini, desain ruangan akan disesuaikan agar hewan peliharaan dan manusia dapat berinteraksi dengan nyaman di setiap sudut ruangan. Pet Center di Makassar merupakan bangunan publik dengan jenis ruang yang banyak, yang disesuaikan dengan sifat dan fungsi ruang. Terdapat ruang interaksi yang terhubung dengan fasilitas-fasilitas lainnya pada kawasan tersebut.
Referensi
Alwie, R. D., Danar, A. F., Prasetio, A. B., & Andespa, R. (2020). Solo Pet Center: Wadah pelayanan hewan peliharaan di Surakarta. Jurnal Ekonomi, 18(2), 41–49.
Busayawan, L., & Krisanachinda, S. (2015). Design for healing spaces in cancer care. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science.
Chrysikou, E. (2014). Architecture for psychiatric environments and therapeutic spaces (pp. 1–196). https://doi.org/10.3233/978-1-61499-460-2-i
Diller, B. (2018). The Spruce Pets. https://www.thesprucepets.com/
Wells, J., Hulse, R., & Biggs, S. (2004). Maggie’s Centre: A model for psychosocial care in oncology. European Journal of Cancer Care.
Geerts, L., Vanhaecht, A. L. M., & Maes, B. (2017). The Eden Alternative: Promoting quality of life for elderly individuals through the introduction of pets. Frontiers in Psychology.
Lizara, M. R., & Dahliani, D. (2021). Cat Center di Banjarbaru. Lanting Journal of Architecture, 10(1), 35–45. https://doi.org/10.20527/lanting.v10i1.535
Mutohharoh, A. (2022). Self healing: Terapi atau rekreasi? JOUSIP: Journal of Sufism and Psychotherapy, 2(1), 73–88.
Putra, I. G. R. D. (2016). Pet Care Center di Denpasar. [Unpublished manuscript].
Schaller, B. (2012). Architectural healing environment (Doctoral dissertation, Syracuse University, School of Architecture). https://surface.syr.edu/architecture_theses/62
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Adnan Mustadjab Aras, Burhanuddin Amin, Mukhlishah Sam

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
By submitting your manuscript to our journal, you are following Copyright and License
















