UPAYA PASANGAN SUAMI ISTRI TUNANETRA DALAM MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Penulis

  • Trisuci Rahmadhani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Abd. Halim Talli Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muhammad Fajri Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.24252/qadauna.v7i1.35179

Kata Kunci:

Pasangan Tunanetra, Keluarga Sakinah, Hukum Islam

Abstrak

Penelitian ini mengkaji upaya pasangan suami istri tunanetra dalam membentuk keluarga sakinah perspektif hukum Islam di Kota Makassar. Penelitian menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan normatif syar’i dan sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar terdapat 90 Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan 4.109 siswa penyandang disabilitas. Salah satu lembaga yang menjadi lokasi penelitian adalah Yayasan Usaha Karya Tunanetra Indonesia (YUKARTUNI) di Kecamatan Manggala, Kelurahan Tamangapa, yang memiliki sekitar 50 siswa, terdiri atas 46 tunanetra, 3 tunarungu, dan 6 tunagrahita, dengan 8 orang di antaranya telah menikah. Upaya pasangan tunanetra dalam membentuk keluarga sakinah dilakukan dengan berpedoman pada ajaran agama, memenuhi kebutuhan ekonomi melalui usaha mandiri seperti berjualan dan menjadi tukang pijat keliling, saling memahami keterbatasan pasangan, mengedepankan pendidikan, serta menyelesaikan permasalahan keluarga melalui musyawarah. Dukungan dan kerja sama antarpasangan menjadi faktor penting dalam mewujudkan keluarga yang sakinah.

Referensi

Imam Al-Bukhari, Shahih Bukhari, Juz 3 Semarang: Thoha Putra.

Tihami dan Sahrani, Sohari, Fikih Munakahat , Jakarta: Rajawali Pers, 2009.

Yumono, dkk. “aksesibilitas bagi penyandang tunanetra di lingkungan lahan basah” .Yogyakarta: Deepublish, 2021.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-26

Terbitan

Bagian

Artikel