Penerapan Arsitektur Bioklimatik Pada Rumah Susun Sewa Di Kabupaten Bantaeng

Penulis

  • Nurul Rezkiyah Wahyuningsih universitas islam negeri alauddin makassar
  • Irma Rahayu Universitas Islam Negeri Alauddin makassar
  • MS Universitas Islam Negeri Alauddin makassar

DOI:

https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i1a12

Kata Kunci:

Bioklimatik, Rumah Susun Sewa, Bantaeng

Abstrak

Abstrak_Kepadatan penduduk di Kabupaten Bantaeng mengalami pertumbuhan selama sepuluh tahun. Salah satu solusi untuk menjawab persoalan perlunya permukiman di pusat perkotaan akan sangat membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) karena lapangan kerja belum terbentuk atau masih dalam status kontrak dimana mereka masih diperbolehkan berpindah dari satu tempat ke tempat lain atau bekerja. Sebaliknya, perubahan iklim yang ekstrim yang selalu berubah setiap waktu dapat menimbulkan masalah pada kondisi lingkungan tempat tinggal Anda khususnya iklim di wilayah Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini bertujuan untuk merancang rumah susun sewa di Kabupaten Bantaeng dengan menerapkan konsep Bioklimatik. Metode penelitian yang digunakan adalah survei, pengumpulan data primer melalui survei/observasi lapangan dan wawancara. Pengumpulan data sekunder diperoleh dari studi pustaka, jurnal atau karya ilmiah yang berkaitan dengan judul, buku, bahan bacaan yang berkaitan dengan judul, dan kepustakaan lainnya. Data eksploratif berupa hasil analisis data primer dan data sekunder. Perencanaan rumah susun sewa di Kabupaten Bantaeng diharapkan agar bangunan dapat merespon iklim sekitar dan penghuni nyaman tinggal di dalam bangunan dengan mengadopsi arsitektur bioklimatik.

Referensi

BPS Bantaeng,(2021), Katalog Kabupaten Bantaeng dalam Angka Tahun 2021, BPS Bantaeng
Cahyaningrum, Hajar Kusuma. Hardiyati, Rachmadi N. (2017). Implementasi Prinsip Desain Arsitektur Bioklimatik pada Bangunan Perpustakaan di Klaten : Jurnal Arsitektura Universitas Sebelas Maret Surakarta 15 (2): Hal 434 – 438.
Dewangga, Faiz, dan B D Purwanita. 2016. “Pendekatan Arsitektur Bioklimatik Pada Bangunan Pesisir.” Jurnal Sains Dan Seni Its 5(2): 184–87.
Handoko, J.P.S. 2019 “Prinsip Desain Arsitektur Bioklimatik Pada Iklim Tropis”, Jurnal Arsitektur, Universitas Gadjah Mada, Vol. 6 (2)
Megawati, Lia Amelia, dan Akhmad Akromusyuhada. 2019. “Bioclimatic Architecture Approach To Energy Efficient School Building Concepts.” Arsitektura 17(1): 77-86.
Pangestu, M, D, Pengaruh Desain Bioklimatik Pada KenyamananTermal pada Bangunan Tinggi Karya Ken Yeang : Menara Mesiniaga Di Selangor, Menara Budaya Di Kuala Lumpur, Dan Menara Umno Di Penang – Malaysia, Bandung, September, 2011.
Rahma N. A, Rahayu P, dan Hardiana A. 2020. “Pemilihan Lokasi Rumah Susun Sederhana Sewa: Studi Kasus Rusunawa Putri Cempo, Surakarta.” Jurnal Arsitektur Universitas Sebelas Maret 2(2): 158-174.
Said R, Alfiah. 2017. “Teritorialitas Pada Ruang Publik Dan Semi Publik Di Rumah Susun”. National Academic Journal of Architecture 4(2): 128-137.
Tumimomor , Inggrid A.G dan Poli, Hanny. 2011. Arsitektur Bioklimatik. Media Matrasain Vol.8 (1) : 104-117.
Wijaya, I K, M. 2019. TelaahTeori, Metode dan Desain Arsitektur Bioklimatik Karya Ken Yeang, UNDAGI : Volume 7 (1): Hal 36-41.

Unduhan

Diterbitkan

2023-06-27

Cara Mengutip

Nurul Rezkiyah Wahyuningsih, Rahayu, I., & Sam , M. (2023). Penerapan Arsitektur Bioklimatik Pada Rumah Susun Sewa Di Kabupaten Bantaeng . TIMPALAJA : Architecture Student Journals, 5(1), 93–99. https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i1a12

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>